Berkenalan dengan Nyonya Puff, Si Ikan Buntal yang Mematikan

Mary Jo Catlett bersama Nyonya Puff foto : wikiwand.com

Anda mungkin sudah kenal baik dengan Nyonya Puff, apalagi jika anda adalah penggemar film kartun SpongeBob SquarePants hasil kreasi dari marine science educator and animator, Stephen Hillenburg untuk sebuah jaringan TV kabel khusus asal Amerika yang menayangkan program untuk anak anak dan pra remaja, Nickelodeon. Dalam serial kartun tersebut nyonya Puff yang diisi suaranya oleh aktris Asal Amerika, Mary Jo Catlett adalah pengajar dalam sekolah mengemudi yang bernama “Boating School”. Seperti layaknya ikan buntal Nyonya Puff  akan menggembungkan badannya saat ia dan SpongeBob menabrak sesuatu. Ia juga merupakan guru yang baik, sabar dan pemaaf bagi SpongeBob. Walau kadang sering tampak stress dan geram jika muridnya yang tak kunjung lulus itu melakukan kesalahan. Seperti halnya nyonya Puff, ikan buntal saat menghadapi bahaya dari predator  yang akan memangsanya adalah dengan  menggembungkan diri hingga badannya akan terlihat tiga kali lebih besar dari ukuran tubuh aslinya. Bentuk duri yang tajam menyeramkan akan terlihat ketika badannya menggembung. Dengan wujud menyeramkan seperti itu akan membuat predator menjadi enggan menyerang.

Ikan buntal yang memiliki nama latin Tetraodontidae adalah ikan yang memiliki kerabat dekat dengan ikan muara dan ikan laut lain yang berasal dari ordo Tetraodontiformes.

Ciri-ciri ikan ini adalah memiliki tubuh yang panjang dan meruncing, berkepala bundar, berbibir menonjol dan memiliki bentuk perut besar. Ikan ini tidak memiliki sisik, namun ada beberapa jenis mereka yang berduri. Ikan ini memiliki kemampuan mengubah arah saat berenang dan bahkan ia bisa berenang mundur.

Kutipan gambar, RLMS Ari Wibowo, dkk.
Buku Eco Leather Penyamakan Ikan Buntal. 

Tubuh ikan buntal agak mirip dengan ikan Landak karena sebenarnya mereka masih satu famili. Perbedaan mencolok antar mereka ada pada bentuk tulang belakangnya. Kalau ikan landak memiliki tulang belakang yang luas dan besar, sedangkan ikan buntal hanya memiliki tulang belakang yang lebih tipis, tersembunyi, dan dapat terlihat perbedaan mereka ketika ikan ini sedang menggembungkan diri.  Nyonya Puff yang berbadan gempal tidak pernah menampakkan giginya. Padahal  ikan buntal memiliki empat gigi besar yang terpasang pada rahang atas dan bawah. Dalam lingkungan alam kehidupannya ikan buntal adalah hewan  omnivora yang gemar makan berbagai macam tumbuhan dan hewan. Seperti ganggang yang tumbuh pada batuan karang.  Ikan ini juga biasa menggunakan giginya untuk menghancurkan cangkang udang, kepiting dan moluska yang merupakan makanan kesukaan mereka. Ikan Buntal menyerang mangsanya yang bergerak kemudian memakan mangsanya dengan cara menerkam dan mengigitnya. Apabila ukuran mangsanya lebih besar, ikan Buntal dapat membunuh mangsanya terlebih dahulu kemudian memakannya secara bertahap sampai habis.

Ikan buntal secara umum adalah hewan bertulang belakang yang paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas. Belum lama ini, satu keluarga yang berjumlah tiga orang tewas seketika setelah memakan ikan buntal dari hasil pancingan mereka di daerah Banyuwangi, Jawa Timur pada pertengahan bulan Maret 2020 yang baru lalu. Keluarga itu tidak tahu jika ikan buntal tersebut sangat beracun. Bahkan menurut ahli, racunnya 100 kali lipat lebih mematikan dari pada racun sianida. Tidak hanya itu, Kasus keracunan ikan buntal juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia seperti di Cirebon, Lumajang, Sumatera Utara, Bengkulu dan Maluku.

Banyak orang tidak menyadari bahwa organ-organ dalam seperti hati dan kulit ikan buntal sangatlah beracun  jika dimakan, walaupun demikian daging beberapa spesies ikan ini dapat dijadikan makanan lezat. Chef atau juru masak dari Jepang sangat ahli dalam menghidangkan makanan berbahan dasar ikan beracun itu. Mereka pandai memilah  bagian tubuh mana yang aman dimakan dan tahu takaran seberapa banyak daging ikan tersebut bisa dikonsumsi oleh manusia.

Ikan buntal memiliki nama nama yang berbeda di setiap negara. Seperti fugu di Jepang, bok di Korea dan he2 tun2 di Tiongkok. Sejak tahun 1958, koki fugu di Jepang harus memiliki lisensi sebelum mereka menjajakan masakan ikan Fugunya kepada para pelanggan. Mereka dilatih secara khusus selama dua hingga tiga tahun. Proses ujian lisensinya pun cukup ketat. Dan hanya sekitar 35 % dari sekian banyak pelamar yang berhasil lulus. Kesalahan kecil saja dalam mengolah ikan ini dapat menyebabkan kegagalan, bahkan dapat berujung kepada kematian. Dengan adanya ujian lisensi yang ketat itu para konsumen jadi percaya bahwa ikan Fugu yang ada di restoran atau pasar di Jepang aman untuk dikonsumsi. Fugu sangat populer disajikan sebagai sashimi dan chirinabe. Bagian yang paling enak pada Fugu adalah hati yang juga merupakan organ paling beracun.  Fugu telah menjadi salah satu hidangan paling terkenal, dan menantang dalam masakan Jepang. Cairan sperma dan telur (Shirako) ikan buntal merupakan makanan berharga paling mahal. Pengolahannya dipanggang dan disajikan dengan garam.

Menurut penelitian, ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin yang sangat mematikan pada organnya, terutama pada hati, ovarium dan kulit. Racun ikan buntal merupakan penghalang aliran sodium. Dimana zat ini mampu melumpuhkan otot bagi korban yang memakannya. Kemudian korban akan mengalami gejala pusing, merasa kelelahan, sakit kepala, mual, atau kesulitan bernapas. Korban tetap dalam keadaan sadar namun tidak dapat berbicara atau bergerak. Sampai korban tidak dapat bernapas dan akhirnya meninggal.

Hingga saat ini para ahli belum menemukan penawar dari racun ikan buntal. Pengobatan yang dilakukan untuk menolong korban adalah dengan cara mengosongkan isi perut korban, atau dengan cara menyuruh korban memakan arang untuk mengikat racun, dan menggunakan alat bantu pernafasan serta perlu penanganan tenaga medis sampai racun berkurang.

Telah bertahun tahun, Toxicologist atau para ahli dibidang racun asal Jepang yang bekerja di pusat penelitian kedokteran masih terus mencari dan mengembangkan antidot untuk menawarkan racun tetrodotoxin. Usaha mereka tidak sia sia hingga pada akhirnya mereka berhasil  menemukan fakta bahwa racun  tetrodotoxin yang terdapat pada ikan buntal berasal dari hewan lain yang mengandung bakteri tetrodotoxin-laden yang dimakan oleh ikan buntal. Bakteri inilah yang menjadi pemicu terbentuknya racun yang mematikan itu. Kini, banyak peternak di negara sakura itu membesarkan ikan buntal yang ‘bebas racun’ secara massal.  Salah satu produsen ikan buntal yang paling terkenal ada di Kota Usuki Perfektur Oita . Selain itu Meskipun berbahaya, tetrodotoxin ternyata dapat dimanfaatkan terutama pada bidang farmasi. Tetrodotoksin dapat digunakan sebagai obat anastesi lokal atau yang biasa dikenal dengan bius lokal.

Kebijakan penangkapan yang ketat sekarang diberlakukan di Jepang untuk melindungi populasi Fugu dari kepunahan. Kebanyakan Fugu dipanen di musim semi sepanjang masa bertelur di alam liar kemudian dibudidaya dengan menggunakan jaring apung di Samudra Pasifik. Pusat transaksi terbesar Fugu di Jepang adalah di kota Shimonoseki.

Di dunia ikan buntal dikenal memiliki 121 jenis spesies  yang terbagi dalam 20 genus.  Ikan buntal hanya dapat hidup pada habitat yang beriklim tropis dan suptropis. Ia tidak dapat hidup dalam perairan yang dingin seperti di daerah kutub Utara dan Kutub Selatan. Di daerah tropis ikan ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Dalam zona tropis mereka banyak ragam jenisnya. Selain dapat hidup di air asin Ikan ini dapat ditemukan di air tawar.

Di Asia ikan buntal hidup menyebar di Jepang, India, Myanmar, Thailand, Singapura dan Philipina. Di Indonesia sendiri, ikan buntal tersebar  dari perairan Pulau Weh, perairan Sumatera, Pulau Bintang, Pulau Bangka, Pulau Jawa, Madura, dan Kalimantan. Selain di laut mereka juga ditemukan juga di sungai sungai Sumatera juga Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam di Kalimantan.

Mereka memiliki ukuran kecil hingga sedang, meski beberapa spesies memiliki panjang lebih dari satu meter. Ikan dengan panjang ini banyak ditemukan di Australia, Jepang dan Afrika.

Sementara itu, ukuran terkecil ikan ini adalah kurang dari satu inci dan ditemukan di sekitar India Barat Daya. Meskipun berukuran kerdil  mereka juga memiliki kemampuan seperti hewan hermaprodit yang berarti mereka adalah hewan yang memiliki organ reproduksi lengkap. Dengan demikian, mereka bisa menentukan pilihan jenis gender berdasarkan keadaan alam dan populasi yang ada disekitarnya untuk menjadi jantan atau betina.

Ikan buntal jantan dari jenis yang berbintik putih ternyata memiliki kebiasaan membangun sarang di pasir berbentuk bulat dan berdiameter enam kaki. Tujuan mereka  adalah untuk menarik perhatian ikan betina agar tertarik untuk meletakkan telur mereka dalam sarang tersebut sehingga si jantan dapat membuahinya.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Actinopterygii
Subkelas: Neopterygii
Infrakelas: Teleostei
Ordo: Tetraodontiformes
Famili: Tetraodontidae
(Dari berbagai Sumber/Gulali/JMI)

Lihat Juga

Mengenal Ikan Bandeng

Chanos chanos adalah nama latin dari ikan Bandeng, jenis ikan pangan populer di Asia Tenggara ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!