Istilah Dalam Dunia Mancing

Foto by Giriwil

 

Istilah dalam dunia mancing

Penulis : Arief Suhardiman

 

  1. FORMASI = Federasi Olah Raga Mancing Indonesia
  2. Rod= Joran pancing. Bisa terbuat dari bambu, fiberglass hingga carbon fiber atau yang dikenal dengan graphite
  3. Rod Action = besaran lengkungan joran saat ujungnya diberi beban
  4. Tegeg= Joran panjang dan ramping tanpa menggunakan reel. Tegeg ada yang 1 batang atau yang berbentuk antena.
  5. Reel= alat penggulung tali pancing, bisa berbentuk spinning, baitcasting, overhead maupun underhead.
  6. Overhead reel = merujuk kepada reel yang digunakan untuk mancing di laut lepas, baik itu untuk trolling, jigging maupun dasaran. Reel ini dipasang di atas joran
  7. Underhead reel = merujuk kepada reel yang digunakan untuk mancing di laut lepas, baik itu untuk trolling, jigging maupun dasaran. Kebalikan dari Overhead, reel ini dipasang di bawah joran.
  8. Baitcasting =Perangkat memancing (reel) khusus untuk casting.
  9. Kenur= Benang pancing, bisa berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat banyak).
  10. Leader= Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya agar lebih tahan terhadap gigi dan perlawanan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kawat atau monofilamen.
  11. Hook= Mata kail
  12. Double hook = kail bermata ganda
  13. Treble hook = kail bermata tiga
  14. Gang Hook = Rangkain pancing dengan memakai 3 atau lebih mata kail dengan umpan ikan layur, pedang-pedangan atau ikan lainnya
  15. Barbless hook = kail yang tidak memiliki ruit sehingga memudahkan untuk melepaskan ikan
  16. Stinger hook / Trailer hook = kail tambahann yang dipasang pada lure
  17. Hook Up= Kail menancap di mulut ikan.
  18. Weedless hook = Kail yang dirancang agar tidak menyangkut ke rumput atau benda lainnya
  19. Circle hook = Disebut juga G type hook di mana mata kailnya agar melingkar.
  20. Angler= yang berarti pemancing.
  21. Strike = Umpan disambar ikan.
  22. Clom Giriwil = Istilah pemancing Jawa Barat yang menggambarkan umpan baru dilempar ke air langsung disambar ikan. Dimana Clom berarti umpan masuk ke air dan Giriwil berarti umpan disambar ikan.
  23. Balance Tackle = Penyesuaian pemakaian Rod, Reel, Line, Lure agar tidak merusak salah satu perangkat mancing.
  24. Fresh Water = Istilah yang digunakan para pemancing untuk mancing di air tawar.
  25. Salt Water = Istilah yang digunakan para pemancing untuk mancing di laut.
  26. Rod Holder = tempat untuk menaruh joran
  27. Fishing Trip= Perjalanan mancing.
  28. Fishing Report= Laporan hasil memancing.
  29. Fish On = Umpan disambar ikan
  30. Rumpon = tempat berkumpulnya ikan yang terbuat dari kayu, coran semen, bangkai perahu/kendaraan dan benda lainnya yang sengaja ditenggelamkan oleh pemancing
  31. Ball Bearing = komponen yang berfungsi memperhalus dan mengurangi gesekan bagian yang berputar pada reel
  32. Drag = Rem pada reel
  33. Shick Leader = tali pandu yang kuat dan elastis agar bisa menahan sentakan ikan
  34. Fluorocarbon = kenur yang terbuat dari polyvinylidene fluoride yang relatif hampir tidak terlihat di dalam air
  35. Nikelin = kawat yang digunakan untuk menyambung umpan atau lure agar tahan terhadap ikan bergigi tajam seperti barkuda, tenggiri dll
  36. Swivel / Kili – Kili= Alat untuk Penyambung antara kenur utama dan rangkaian mata kail yang bisa berputar. Biasanya digunakan agar agar line tidak melintir.
  37. Boat = Perahu atau kapal mancing
  38. Capela = Umpan tiruan yang biasanya menyerupai udang-udangan dengan banyak kail pada satu sisinya dan biasanya dipakai untuk memancing cumi – cumi atau sotong.
  39. Crankbait = umpan buatan berbentuk ikan yang akan menyelam saat ditarik
  40. Live Bait = Adalah umpan hidup biasanya seperti ikan, udang, kodok, cacing, serangga, ataupun cumi – cumi yg masih hidup.
  41. Soft lure = umpan buatan yang terbuat dari plastik lunak dan fleksibel
  42. Land-based = mancing dari pinggiran sungai, danau atau laut
  43. Kayak fishing = mancing dengan menggunakan perahu kayak
  44. Backlash = Kusutnya line pada reel akibat salah casting (melempar) bait.
  45. Chumming = Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melemparkan potongan ikan agar ikan target tertarik untuk mendekat kepada umpan dan memakannya.
  46. Drifting=  Membiarkan perahu bergerak mengikuti arus dan angin sehingga kita dapat memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Alasan kapal berhanyut: – Lokasi yang ingin di cover luas dan waktu mancing terbatas – Laut terlalu dalam & tidak praktis menggunakan jangkar – Target ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa diundang ke “atas”, dan dasar laut adalah wreck (kapal tenggelam), bukit/ lembah bawah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc.
  47. Mancing Dasaran =Teknik memancing dengan menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut karang) dengan harapan bahwa ikan-ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing.
  48. Ngoncer= Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan. Biasanya tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10 cm. Umpan yang digunakan adalah umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, kembung, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat, sambil menunggu ikan pamangsa.
  49. Trolling (Tonda) =Teknik memancing dengan cara menjalankan perahu dengan kecepatan tertentu antara 5 – 9 knot saat menarik umpan untuk menarik ikan-ikan pelagis. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu, plastik karet dan umpan jahit.
  50. Casting= Teknik memancing dengan cara melemparkan dan menarik umpan berulang-ulang dengan menggunakan umpan tiruan. Reel yang digunakan bisa spinning maupun baitcasting. Umpan biasanya dilemparkan sejauh mungkin atau ke spot potensial tempat ikan-ikan berada lalu ditarik dengan gerakan-gerakan tertentu.
  51. Surf Casting = Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya 2,5m hingga kira-kira 4m
  52. Pasiran= sebutan pemancing Jogjakarta untuk teknik Surf Casting
  53. Rock Casting= Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.
  54. Drop off = Tubiran laut. Laut yang tiba-tiba dalam seperti jurang
  55. Popping= Teknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran yang cukup panjang, biasanya antara 180 cm sampai 240 cm. Teknik popping khusus menggunakan umpan buatan yang biasa disebut popper
  56. Popper = umpan buatan untuk popping. Ada beberapa tipe seperti chugger, pencil, stickbait dan swimbait.
  57. Minnow = umpan buatan berbentuk ikan. Biasanya ada bibir di bawah kepalanya agar umpan bisa berada di bawah permukaan air. Minnow ada yg floating, suspend maupun. Sinking.
  58. Jigging= Teknik memancing dengan menggunakan logam sebagai umpan palsu yang biasanya berbentuk ikan atau yang biasa disebut Metal Jig (MJ). MJ dicemplungkan ke dasar laut atau kedalaman tertentu kemudian ditarik keatas.
  59. Light Tackle = teknik memancing dengan memakai piranti Rod, Reel dan Line yang berukuran ringan.
  60. Ultra Light (UL) = teknik memancing dengan memakai piranti Rod, Reel dan Line yang sangat ringan.
  61. Fly Fishing= Teknik memancing yang dikembangkan oleh seorang bangsawan dari Inggris dengan menggunakan artificial fly. Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Fly fishing dapat dimainkan di freshwater maupun saltwater.
  62. Dry fly = Teknik fly fishing dimana line dan fly mengambang di permukaan air
  63. Wet Fly = Teknik fly fishing dimana line dan fly di bawah permukaan air
  64. Galatama= Istilah Galatama di ambil dari Sepakbola yang dipakai untuk lomba mancing ikan air tawar seperti ikan mas, patin, bawal dan lele untuk memperebutkan Juara Peringkat. Mancing Galatama adalah mancing dengan target menjadi Juara dalam pertandingan mancing. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak dibawa pulang.
  65. Mancing Harian= Mancing satu harian penuh dengan mebayar uang sewa kolam/tiket.
  66. Lomba Mancing Harian= Mancing ini biasa disebut mancing Lomba dan juga memperebutkan Juara Peringkat namun di adakan 1 hari penuh dari pagi hingga sore hari biasanya antara pukul 09.00 s/d 16.00. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya dibawa pulang.
  67. Mancing Kiloan= Mancing dengan sistem memancing terlebih dahulu lalu menimbang perolehan ikan yang terpancing dan membayar sebesar apa yang diperoleh berdasarkan satuan kilogram. Hasil pancingna dibawa pulang.
  68. Kilo Gebrus= Mancing ini khas Jawa Barat. Sistemnya adalah pemancing menurunkan beberapa kilo ikan kedalam kolam baru dilakukan memancing. Ikan dibawa pulang.
  69. Gaplean= Lomba mancing di kolam air tawar mirip seperti Kilo Gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil pancingan tertentu. Waktu lomba biasanya 2 – 4 jam saja.
  70. Mancing Borongan= Memancing dengan sistem memborong satu kolam. Biasanya dilakukan tawar menawar terlebih dahulu antara pemancing dan pemilik kolam. Ikan bisa di pancing sepuasnya satu harian. Atau bahkan bila perlu di kuras airnya (dibedah).
  71. Hand line=  Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan. Namun tetap pake line dan mata pancing. Agar lebih aman pemancing sebaiknya memakai sarung tangan.
  72. Lip Grip = Alat untuk memegang ikan
  73. Spool = Tempat gulungan kenur yang terdapat pada reel
  74. Free Spool = Settingan spool tanpa drag atau resistensi
  75. Ngotrek=  Mencari ikan untuk umpan mancing dengan memakai rangkaian beberapa matakail kecil yang berderet (kotrekan). Target ikan: selar, tembang, layang, como, kembung.
  76. Rambut = Kenur yang terhubung ke mata kail
  77. Lapak = istilah pemancing kolam untuk posisi tempat mancing
  78. Jeblug= Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung, setu, kali dll.
  79. Neger= Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di pinggir danau, embung, setu, kali dll.
  80. Mancing Lobang= Teknik khusus untuk mancing Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan wajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun memakai pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai pengganggu sarang karena ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang.
  81. Ngoyor = Mancing dengan setengah badan pemancing berendam di air.
  82. Ngurek= Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing langsung ke dalam lubang yang diperkirakan ada belutnya. Biasanya menggunakan cacing atau anak katak.
  83. Mancing Rawe/Rawai = Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yang sangat banyak, biasanya puluhan sampai ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakukan oleh nelayan.
  84. Mancing Layang-layang = Mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang.
  85. Huhate= Mancing dengan joran bambu/kayu yg di lakukan dengan bantuan siraman umpan hidup dan siraman air. Biasanya pemancing duduk berkelompok deret di buritan kapal. Mancing ini biasanya dilakukan untuk mancing ikan cakalang, tuna kecil, tongkol.
  86. Big Game Fishing Tournament= Turnamen ikan-ikan besar, dilakukan di laut dalam dan biasanya ikan utama yang menjadi sasaran adalah jenis marlin atau layaran.
  87. Billfish= Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran.
  88. Thermocline = Pertemuan dua lapisan air yang bersuhu hangat dan dingin
  89. Tackle= Peralatan mancing.
  90. Size limit = ukuran ikan yang boleh ditangkap dan dibawa. Aturan ini belum diterapkan di Indonesia
  91. Fishing Knot = Simpul yang digunakan dalam memancing
  92. Froggy = umpan berupa kodok-kodokan yang terbuat dari karet, kayu ataupun plastik
  93. Jump Frog = Umpan berupa kodok-kodokan yang bila ditarik seperti melompat-lompat di atas permukaan air
  94. Spinner bait = umpan buatan dengan lekukan kawat di mana salah satu kawatnya diberi blade untukl menarik ikan
  95. Inline Spinner = umpan buatan yang kawatnya lurus serta berisi beberapa blade yang berputar saat umpan tersebut ditarik
  96. Buzz bait = umpan yang memakai baling-baling dan mengeluarkan suara saat ditarik di atas permukaan air
  97. Jerk bait = umpan buatan berbentuk ikan yang terbuat dari plastik maupun kayu yaang biasanya ditarik secara mendadak
  98. Drag= Rem pada ril penggulung.
  99. Spoon = umpan mancing tiruan yang terbuat dari logam dan awalnya berbentuk seperti sendok.
  100. Rigging= Rangkaian kail pada umpan.
  101. Jig Head = Mata kail yang dilengkapi bandul timah di ujung kepalanya. Matakail ini khusus untuk lure soft plastik dan worm.
  102. Konahead= Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
  103. Skirted lure = umpan berumbai menyerupai cumi-cumi
  104. Rapala= Salah satu merk alat pancing yg lebih dikenal sebagai produsen umpan tiruan menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tenggiri, atau kuwe. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.
  105. Fishing Boat= Kapal mancing.
  106. Outrigger= Tiang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur agar tidak berimpitan.
  107. Wireman= Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan mendekatkan ke pinggir kapal.
  108. Spot = Titik lokasi target ikan beradat.
  109. Bobara = sebutan untuk ikan Kuwe bagi penduduk Indonesia Timur
  110. Billfish = ikan berparuh seperti marlin, layaran, tondak
  111. Fish finder/ Depth sounder= Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder ini terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berguna untuk menampilkan hasil gambar dasar laut.
  112. GPS= Ground Positioning System, peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu tempat tertentu.
  113. Tag= Label yang ditancapkan pada ikan berisi informasi nomor tag dan alamat lembaga resmi yang mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai informasi mengenai keterangan tentang spesies ikan, perkiraan panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke lembaga yang mengeluarkan tag tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola informasi labeling ikan berparuh adalah The Billfish Foundation.
  114. Tag & Release = Label lalu Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, lalu dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), walaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu dari kemusnahan.
  115. Catch & Release = Tangkap dan lepas ikan. Teknik memancing seperti Tag and Release namun ikan yang ditangkap tidak diberi Tag.
  116. Yard  = Adalah satuan ukuran untuk panjang line, 1 yard = 0,9144 meter.
  117. Lbs =Adalah satuan Pound yang berasal dari bahasa latin “pendere” yang artinya menimbang , bahasa latinnya adalah “libra” yang berarti timbangan atau keseimbangan. Yang dipakai oleh bangsa romawi sebagai satuan massa yang sama dengan pound, biasanya kita menyebutnya libs, sebetulnya kepanjangan dari lbs adalah international avoirdupois pound biasanya digunakan di inggris pada undang undang Weights and Measures Act pada tahun 1963. pound (lbs) dan kilogram dijadikan satuan ukuran massa. 1 pound/Lbs = 0,45359 kilogram, untuk tulisan Lbs ini biasanya juga tertera di senar,reel atau joran pancing.
  118. Jackpot = Bisa berarti dapat hadiah istimewa dari sebuah lomba mancing atau mabuk laut
  119. Life Jacket = jaket / rompi pelampung
  120. ABK = Anak buah kapal
  121. Attractant = zat yang digunakan untuk merangsang / menarik ikan
  122. Essens = zat yang dipakai untuk merangsang / menarik ikan
  123. Ngomset  = sukses mendapat ikan banyak.
  124. Ngetrik = Pelampung bergoyang seperti mesin jahit ketika umpan di makan ikan.
  125. Mocel = istilah mancing pada saat strike namun ikan tersebut lepas.
  126. Boncos = Adalah istilah mancing untuk para pemancing ikan, yang pada saat memancing tidak mendapatkan ikan sama sekali.
  127. Zonk = Adalah istilah mancing untuk para pemancing ikan, yang pada saat memancing  tidak mendapatkan ikan sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!