Tips Mancing Dasaran

Salah satu teknik mancing yang sering digunakan ketika mancing di spot saltwater yaitu mancing dasaran. Mancing dasaran merupakan teknik mancing dengan cara menurunkan umpan sampai ke dasar. Target utama mancing dasaran biasanya ikan-ikan dasar penghuni karang. Mancing dengan teknik dasaran bisa dilakukan dari atas kapal maupun dari tepian pantai atau dari batu pemecah ombak maupun di atas tebing karang (rock fishing).

Seperti pada teknik mancing lainnya, untuk mancing dasaran pun dibutuhkan trik atau setidaknya pengetahuan khusus. Sebab mancing di laut dipengaruhi banyak hal seperti kuat lemahnya arus, angin, dan cuaca. Yuk simak tips dari redaksi jurnalis mancing indonesia

1. Pemilihan Senar Pancing.
Hampir di setiap teknik mancing, pemilihan piranti pancing sangat menentukan keberhasilan. Selain penggunaan reel dan joran, memilih senar pun sangat menentukan. Senar/leader yang memiliki tingkat indek bias lebih baik akan lebih samar dan tidak begitu terlihat ketika berada dalam air. Misalnya leader fluro carbon yang memiliki indek bias 1.43, sedangkan senar berbahan nylon hanya memiliki indek bias 1.53. Kelebihan lain dari senar fluro karbon memiliki sensitifitas lebih baik dibanding senar nylon.

2. Penyesuian Panjang Rangkaian Leader.
Ketika kondisi arus cukup deras pemakaian line ke hook panjang akan lebih efektif, karena ketika terkena arus umpan akan lebih bisa bermain kekanan atau kekiri, hal ini tentunya akan menarik ikan untuk menyambarnya. Pemakaian line hook panjang sebaiknya menggunakan satu rangkaian.

3. Ketepatan memilih umpan.
Pemilihan umpan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan, tidak semua jenis umpan efektif digunakan, karena terkadang ikan lebih cenderung tertarik dengan melihat pergerakan mangsa, kadangkala ikan mencari makan mengandalkan penciuman. Penggunaan umpan yang lebih segar juga akan lebih bagus digunakan karena memiliki aroma yang lebih natural.

4. Memantau arus air laut.
Arus terlalu deras juga akan menyulitkan kita sangat kita mancing. Karena ketika arus sangat kuat, ikan ikan kecil akan berlindung di balik karang sehingga ikan ikan besar juga kurang agresif mencari makan. Selain itu, arus kuat membuat miring senar pancing ketika timah pemberat dan mata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat di atasi dengan memberi pemberat yang lebih besar.

5. Melihat Kondisi Angin dan Ombak.
Di saat hujan atau ombak yang kencang, jumlah ikan laut lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang. Ini disebabkan banyaknya air tawar yang terbuang ke laut juga ditambah aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut.

(jmi01/Bima Pradana)

Lihat Juga

Reel Sonar : Mendeteksi Ikan lewat Smartphone

Apa rasanya jika umpan yang kita gunakan tidak disambar ikan ? Kesal tentu saja. Nah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!