Yono Bethuk, Pengrajin Metal Jig dari Banyuwangi

Bisa meraih penghasilan dari hobi tentu rasanya sangat menyenangkan. Banyak cara untuk kita bisa mengembangkan hasil karya menjadi sesuatu yang menjanjikan. Salah satunya seperti yang dilakukan pengrajin asal Banyuwangi, Jawa Timur,  yang membuat umpan pancing (metal jig) dengan nama “Necker Jig”.
Siapa dia? Yuk simak obrolannya dengan redaksi Jurnalis Mancing Indonesia.

Kariyono alias Yono Bethuk memulai usaha produksi metal jig berawal dari hobinya memancing.
Pengalaman dan jam terbang memancing membuatnya tahu tentang kebutuhan pasar yang tinggi terhadap metal jig. Metal jig adalah umpan buatan yang terbuat dari metal (biasanya timah).
Setelah melakukan kajian kecil-kecilan, mulailah dia merintis usahanya. “Awalnya saya mencari timah-timah bekas untuk bahan utama metal jig,” katanya. Dimulai sejak tahun 2015, keterampilan Yono membuat umpan pancing metal jig dilakukan secara otodidak semakin dikenal banyak orang. Respons positif datang dari teman-temannya. Orderan yang harus dia layani pun tiada henti berdatangan.

Bahkan beberapa pemesanan berasal luar daerah, seperti Surabaya, Bali, Bima, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Harganya yang pas bagi kantong para pemancing menjadi daya tarik untuk membeli. Masih teringat pesanan pertamannya datang dari pulau Dewata dengan pesanan 120 metal jig.
Kini, sekali pesan Yono mampu membuat 500 hingga 1000 buah metal jig berbagai macam ukuran. Dia mematok harga antara Rp 25.000 hingga Rp 80.000 tergantung bentuk dan ukuran.

Ukuran terkecil seberat 40 gram hingga ukuran paling besar dengan berat 600 gram alias 6 ons. Kreasi yang dibuatnya menyerupai ikan-ikan berukuran kecil, cumi dan daun yang memang menjadi daya tarik sang predator laut.
Yono mengungkapkan, saat ini dia mampu memproduksi sekitar 100 kg metal jig yang dibantu 3 rekannya.
“Bahan-bahannya saya dapatkan dari timah bekas, lalu saya olah menjadi umpan. caranya dilebur terlebih dahulu dan dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Tak lupa diamplas untuk membuat permukaan lebih halus. Kemudian diberi warna cat mobil dan dilapisi dengan stiker serta ditambah dengan bubuk fosfor agar menyala di dalam air sehingga menarik perhatian ikan. “Terakhir tambahkan mata dan anti gores,” ceritanya kepada redaksi.

Walupun masih menggunakan rumahnya sebagai tempat usaha, namun penghasilan setiap bulannya mampu meraih keuntungan belasan juta rupiah. Tak sekedar membuat dan menjual, Yono pun juga sering menggunakan hasil karyanya sendiri untuk menggoda predator laut. Beberapa di antaranya berhasil menaikkan Amberjack sekitar 10 kg dan seekor GT. Dia berharap, usahanya ini terus berkembang dan semakin diminati pemancing Nusantara.

(JMI01/Bima Pradana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!