Zonasi kawasan konservasi perairan

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 17.480 dengan panjang garis pantai yaitu 95.181 km yang menempatkan Indonesia sebagai Negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada dengan panjang garis pantai hampir tiga kali lipat dari garis pantai Indonesia yaitu 202.080 km.

Memasuki era 21, kondisi perairan semakin menghawatirkan. Terjadi over fishing dan over eksploitasi yang menyisakan kerusakan ekosistem dan penurunan stok ikan di laut. Terjadinya pengrusakan ekosistem dimana-mana mengakibatkan terjadinya dampak negatif yang begitu menakutkan untuk generasi mendatang menimbulkan inisiatif organisasi dunia untuk melakukan konservasi dan ternyata kegiatan tersebut memperlihatkan banyak dampak positif.

Konservasi sumberdaya ikan merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dari upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya. Termasuk di dalamnya adalah pengelolaan kawasan konservasi perairan, jenis ikan, dan genetik ikan untuk menjamin ketersediaan dan keberlanjutannya.

Zonasi kawasan konservasi perairan dilakukan sebagai upaya penataan kawasan berdasarkan fungsi dengan mempertimbangkan potensi sumber daya, daya dukung, dan proses-proses ekologis yang terjadi pada kawasan tersebut. Terdapat empat zonasi dalam kawasan konservasi perairan, yaitu : zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan, dan zona lainnya. Dalam zonasi tersebut zona inti memiliki luasan paling sedikit 2 {532ebe176261a0ec7a475ad82bf71ffe7354f7013f27639386af3ca920c6d175} dari luas kawasan.

Setiap zona yang telah ditetapkan memiliki kriteria sesuai dengan karakter fisik, bio-ekologis, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya kawasan. Zonasi juga bermanfaat dalam mempermudah pengawasan kawasan konservasi. Kriteria masing-masing zona pada kawasan konservasi perairan adalah :

  1. Kriteria Zona Inti adalah :
  • merupakan daerah pemijahan, pengasuhan dan alur ruaya ikan
  • merupakan habitat biota perairan tertentu yang prioritas dan khas, endemik dan langka
  • mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya
  • memiliki ciri khas ekosistem alami, dan mewakili keberadaan biota tertentu yang masih asli
  • mempunyai kondisi perairan yang relatif masih asli dan belum diganggu manusia
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup jenis-jenis ikan tertentu untuk menunjang pengelolaan perikanan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses bio-ekologis secara alami dan
  • mempunyai ciri khas sebagai sumber plasma nutfah bagi kawasan konservasi perairan.

Zona Inti diperuntukkan bagi : perlindungan mutlak habitat dan populasi ikan, penelitian, dan pendidikan.

  1. Kriteria Zona Perikanan Berkelanjutan adalah:
  • memiliki nilai konservasi, tetapi dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan
  • mempunyai karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan
  • mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya
  • mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekosistem aslinya
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan, perikanan tangkap berkelanjutan, dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat dan
  • mempunyai karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi.

Zona Perikanan Berkelanjutan diperuntukkan bagi : perlindungan habitat dan populasi ikan, penangkapan ikan dengan alat tangkap dan cara yang ramah lingkungan, budidaya ramah lingkungan, dn pariwisata dan rekreasi, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan.

  1. Kriteria Zona Pemanfaatan adalah :
  • mempunyai daya tarik pariwisata alam berupa perairan beserta ekosistem perairan yang indah dan unik
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensial dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi
  • mempunai karakter objek penelitian dan pendidikan yang mendukung kepentingan konservasi dan
  • mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk berbagai kegiatan pemanfaatan dengan tidak merusak ekosistem aslinya.

Zona Pemanfaatan diperuntukkan bagi : perlindungan dan pelestarian habitat dan populasi ikan, pariwisata dan rekreasi, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan.

  1. Kriteria Zona Lainnya adalah :
  • zona di luar ke tiga zona lainya, yang karena fungsi dan kondisinya ditetapkan sebagai zona tertentu ;
  • zona ini dapat berupa zona perlindungan dan zona rehabilitasi

(Arief Suhardiman, dari berbagai sumber)

Lihat Juga

Ayo Selamatkan Hiu!

Hiu adalah predator penting yang bisa menjaga keseimbangan ekosistem laut. Sayangnya, banyak hiu yang diburu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!